




PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN 1447 H
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yg berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa- dosanya yg telah lalu.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran yg terdapat dalam HADITS,
- Kabar Gembira Datangnya Ramadhan
Rasulullah SAW senantiasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat agar mereka bersiap dengan sukacita.
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ
Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yg diberkahi. Allah Azza wa Jalla mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; dalam bulan itu pintu-pintu langit dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup…”
(HR. An-Nasa’i).
2. Pentingnya Niat Sebelum Fajar
Persiapan teknis yg paling krusial adalah memastikan niat sudah tertanam sebelum waktu puasa dimulai.
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Barangsiapa yg tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.
(HR. Abu Dawud).
3. Menjaga Lisan dan Akhlak
Persiapan mental sangat penting agar puasa tidak sekadar menahan lapar, tetapi juga menahan hawa nafsu.
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yg tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatanya, maka Allah tidak peduli ia meninggalkan makan dan minumnya.
(HR. Bukhari).
- Tips Persiapan Singkat
👉 Selesaikan Hutang Puasa
Pastikan qadha puasa tahun lalu sudah lunas sebelum masuk Ramadhan.
👉 Latihan Puasa Sunnah
Memperbanyak puasa di bulan Sya’ban (seperti kebiasaan Nabi SAW) agar tubuh tidak kaget.
👉 Pelajari Fiqh Puasa
Membaca kembali aturan pembatal puasa, adab sahur, dan berbuka.
Tema yg berkaitan dg ayat Al-Qur’an,
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yg ditinggalkan itu pada hari-hari yg lain. Dan bagi orang yg berat menjalankanya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(QS Al-Baqarah : 184)

